Xl Alokasikan Rp 4,2 Triliun Berdiri Jaringan Di Luar Jawa

0
38

BTS XL (Foto: XL Axiata)BTS XL (Foto: XL Axiata)

Jakarta – XL Axiata (XL) telah memantapkan diri untuk menyediakan layanan internet cepat, yang tak hanya tersedia di Pulau Jawa, namun sanggup dirasakan pelanggan yang ada di tempat pelosok Indonesia.

Ini tak terlepas dari fokus XL terkait pembangunan jaringan telekomunikasi pada tahun 2018. Rencana ini terangkum dalam Agenda Transformasi, ialah Stronger Data Network, Segmented Focus, dan Preffered Data Provider.

Disebutkan operator seluler yang identik warna biru ini, mereka siap lebih membuatkan layanan telekomunikasi di Tanah Air pada 2018.

Keseriusan ini dilihat dari besarnya alokasi belanja modal (Capital Expenditur/Capex) XL di 2018 sebesar Rp 7 triliun, 60% atau Rp 4,3 triliun di antaranya akan dipakai untuk membangun jaringan di luar Pulau Jawa.

“60% dari belanja modal tahun ini, ialah Rp 7 triliun itu akan dipakai untuk membangun di luar Pulau Jawa,” ujar Direktur Independen XL Yessie D. Yosetya di Grha XL, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Pada kesempatan yang sama, President Direktur XL Dian Siswarini menyampaikan investasi untuk luar Pulau Jawa ini, tak lepas dari pertumbuhan pendapatan layanan data perusahaan yang mengalami kenaikan signifikan.

Pada 2016, XL hanya membangun 84 ribu unit Base Transceiver Station (BTS). Di tahun berikutnya, perusahaan yang tergabung dalam Axiata Group ini meningkatkan jumlah BTS-nya sampai 101 ribu unit dan tersebar di seluruh Indonesia.

Hasilnya, penetrasi smartphone di jaringan XL meningkat 72% pada 2017. Lalu, peningkatan trafik data alasannya layanan 4G diklaim menjadi yang tertinggi di industri sampai berdampak pada keuntungan higienis yang meningkat 100% dibandingkan tahun 2016.

“Bahwa untuk perluasan layanan data, kita melihat kepada perluasan di luar Jawa,” ucap Dian.

Pada 2017, XL mencatat keuntungan tahunan berjalan yang mencapai Rp 375,24 miliar. Dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang gres digelar, disetujui penggunaan Rp 100 juta dari keuntungan untuk cadangan umum, sedangkan sisanya, ialah sebesar Rp 375,14 miliar sebagai saldo keuntungan ditahan.