Tips Menentukan Powerbank Yang Tidak Rawan Meledak

0
27

Ilustrasi powerbank (Foto: Anker)Ilustrasi powerbank (Foto: Anker)

Jakarta – Tidak semua powerbank dibentuk dengan kualitas yang sama. Banyak juga yang abal-abal dan mengabaikan tingkat keamanan. Bagaimana menentukan powerbank yang aman?

Disebutkan pengamat gadget Lucky Sebastian, tak sanggup dipungkiri bahwa powerbank diharapkan pengguna zaman sekarang. Hampir semua pemilik smartphone memilikinya, untuk backup charging dikala jauh dari colokan listrik.

Kondisi ini tentu menjadi pasar menggiurkan untuk menunjukkan powerbank dengan aneka macam kapasitas dan varian harga. Banyak orang niscaya termakan barang murah tapi bagus. Atau dalam konteks powerbank, sering dibujuk dengan kapasitas besar namun harga murah.

“Masalahnya kapasitas baterai ini bukan menyerupai botol air minum yang kita sanggup lihat dan ukur apakah benar isinya sesuai,” kata Lucky dihubungi Gobekasi, Selasa (13/3/2018).

Pasalnya, berdasarkan Lucky, powerbank terbungkus dalam casing sehingga kita tidak tahu jeroannya. Kaprikornus jangan heran, ada powerbank abal-abal yang terasa berat, ketika dibuka ternyata isinya ditambah dengan pemberat bahkan pasir, sementara isi baterainya sendiri sedikit.

Kenali Cara Memilih Powerbank yang Tidak Rawan MeledakFoto: Xiaomi

Yang perlu diperhatikan

Aturan membawa powerbank ke pesawat yang gres diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, tak hanya menciptakan konsumen mulai memperhatikan kapasitas powerbank, tetapi juga kualitas powerbank itu sendiri.

Dijelaskan Lucky, baterai lithium yang kini banyak digunakan memang sanggup meledak bila terkena panas berlebih atau short circuit. Baterai jenis ini tak hanya digunakan di smartphone ataupun laptop, tetapi juga powerbank dan drone yang sering dibawa berpergian.

“Ada beberapa cara untuk menentukan powerbank yang baik, pertama tentu saja logika. Semakin besar kapasitas akan semakin mahal,” kata Lucky menyebut poin pertama yang perlu diperhatikan dikala menentukan powerbank.

Sama menyerupai kita menentukan baterai biasa, contohnya untuk baterai ukuran AAA ada aneka macam merek. Ukuran fisiknya sama, tetapi kita tahu bahwa salah satu merek tak hanya lebih mahal tetapi juga daya tahan baterainya lebih lama.

“Powerbank juga demikian, ada merek-merek yang kita sanggup lebih percaya, bahwa merek tersebut memang berpengalaman dengan urusan baterai powerbank, dan selama ini kualitasnya selalu jaminan,” terangnya.

Petunjuk kedua ialah sertifikasi. Seperti smartphone yang harus punya izin postel, di beberapa negara maju juga mengharuskan barang-barang tertentu untuk sanggup dijual di negara mereka harus melalui sertifikasi, termasuk powerbank.

“Misalnya kalau Amerika akan lewat izin FCC, Eropa dengan izin EC, sertifikasi Battery Charger dengan logo BC. Logo sertifikasi tersebut setidaknya menunjukan powerbank ini mempunyai standar internasional,” rincinya.

Kenali Cara Memilih Powerbank yang Tidak Rawan MeledakSertifikasi powerbank (Foto: Lucky Sebastian)

Namun dijelaskannya, bukan berarti powerbank yang tidak mempunyai logo tersebut tidak bagus. Karena, tidak semua merk dibentuk dan dijual untuk pasar menyerupai Amerika atau Eropa.

“Jadi kalau merek tertentu tidak ada logo FCC atau EC, mungkin itu versi yang tidak dipasarkan untuk Amerika atau Eropa. Di Indonesia sendiri sepengetahuan aku belum ada standar untuk sertifikasi powerbank, lebih untuk device yang memancarkan atau mendapatkan sinyal menyerupai WiFi atau Bluetooth,” papar laki-laki asal Bandung ini.

Poin ketiga, cara paling simpel bagi orang awam untuk menentukan powerbank yang kondusif dan baik ialah dengan menguji kapasitasnya. Jika kapasitas sudah benar, kemungkinan powerbank ini bukan abal-abal.

“Misalnya powerbank 10.000 mAh dan baterai smartphone kita 5000 mAh, bukan berarti sanggup mengisi 2 kalinya, alasannya ada beda voltage,” kata Lucky.

Kenali Cara Memilih Powerbank yang Tidak Rawan MeledakPowerbank abal-abal yang diberi pasir biar berat (Foto: Lucky Sebastian)

Dari kapasitas 10.000 mAh powerbank, kira-kira kapasitas aslinya yang sanggup ditransfer ke smartphone sekitar 70-75%. Kaprikornus kalau smartphone kita baterainya 3.500 mAh, setidaknya sanggup untuk dua kali mengisi baterai penuh.

“Jika satu kali mengisi sudah habis, atau bahkan tidak penuh, ini mungkin abal-abal,” ujarnya.

Poin keempat, Lucky mewanti-wanti biar konsumen menghindari barang palsu. Banyak sejumlah merek powerbank ternama dipalsukan dan beredar versi abal-abalnya.

“Misalnya harga powerbank merk tertentu aslinya sanggup Rp 500-800 ribu, kemudian ada yang jual Rp 200 ribu. Tempting tapi secara logika, kemungkinan besar palsu,” terangnya.

Untuk itu, Lucky mengingatkan biar konsumen tak simpel tergiur dan mengedepankan logika. Dia juga menyarankan biar membelinya di toko resmi.

“Baiknya beli di toko resmi merk powerbank tersebut atau online store yang menjamin keaslian barang. Perhatikan juga, powerbank yang benar punya garansi setidaknya 6 bulan,” tutupnya.