Terkuak, Ciri Driver Online Yang Pakai Fake Gps

0
84

Ilustrasi Go-Jek. Foto: Rengga SancayaIlustrasi Go-Jek. Foto: Rengga Sancaya

Jakarta – Pernah menerima driver online yang jaraknya terlihat bersahabat namun harus menunggu usang alasannya bekerjsama lokasi ia berada jauh? Driver tersebut kemungkinan besar berlaku curang dengan memakai aplikasi Fake GPS.

Pasalnya sebagaimana diungkap oleh VP of Corporate Communication Go-Jek, Michael Reza Say, ciri driver online yang memakai Fake GPS ialah dengan menggandakan keberadaannya supaya terlihat lebih bersahabat dengan konsumen.

“Kalau naik Go-Jek sering kita menunggu lama, padahal di peta kelihatannya dekat. Nah Fake GPS itu ialah suatu aplikasi di mana kita sanggup mindahin titik yang ada di aplikasinya Go-Jek. Makara kelihatannya ia lebih bersahabat ke suatu lokasi tertentu,” ungkapnya kepada Gobekasi, Selasa (27/3/2018).

Biasanya, lanjut Michael, driver memakai aplikasi Fake GPS untuk mencari titik-titik ramai. Tujuannya tak lain supaya mendapatkan pesanan yang banyak. Namun teladan ini kemungkinan tak berlaku bila di waktu tertentu pesanan sedang ramai.

Go-Jek mengaku pihaknya sudah mendapatkan aduan dari para driver yang tak memakai aplikasi tersebut. Untuk itu belakangan ini mereka menggagas kampanye #HapusTuyul.

“Kalau laporan memang sering. Makara aktivitas anti tuyul ini bukan semata-mata kita luncurkan begitu saja, namun juga hasil mendengarkan dari aspirasi driver juga. Mereka komplain banyak yang pakai aplikasi yang melaksanakan kecurangan,” ujarnya.

Dijelaskan Michael, kampanye #HapusTuyul ini ditujukan untuk menawarkan keadilan terhadap sesama driver. Kini Go-Jek telah mempunyai sistem yang tersemat dalam aplikasi Go-Jek yang sanggup mengetahui adanya aplikasi Fake GPS.

Sebelumnya pihak Go-Jek juga menyampaikan dari kampanye #HapusTuyul ini, ketika ini sekitar lebih dari 70% driver Go-Jek telah menghapus aplikasi Fake GPS yang dipasang di smartphone mereka.

Michael menyampaikan kampanye #HapusTuyul ini telah digulirkan di beberapa kota ibarat Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan akan merambah ke Makassar, Medan, dan secara nasional pada pertengahan April.