Super Slow-Mo Bakal Jadi Tren Medsos 2018

0
45

Foto: Agung PambudhyFoto: Agung Pambudhy

Lombok – Dengan bermunculannya smartphone yang bisa mengakomodir video gerakan lambat atau slow-mo membuat fitur tersebut diyakini bakal menjadi tren di media umum pada tahun ini.

Hal itu dikemukakan oleh fotografer David Soong. Menurut ia jikalau sebelumnya sudah ada fitur boomerang yang sempat meledak di media sosial, terutama Instagram, maka sekarang giliran video slow-mo yang mengambil alih.

Penyebabnyam kata David, dikarenakan konten visual ibarat video, di samping gambar, akan lebih menarik perhatian audiens di dalam platform online tersebut. Selain itu, laki-laki pendiri layanan fotografi berjulukan Sweet Escape ini pun mengaku bahwa membuat video slow motion sudah tidak sesulit dulu.

“Bikin video slow motion itu effort-nya gede banget. Harus punya kamera yang harganya ga murah, belum lagi laptop yang harus berpengaruh rendering buat mindahin file-nya,” ungkapnya ketika ditemui dalam suatu kesempatan di Lombok.

Fotografer David SoongFotografer David Soong Foto: Rachmatunnisa/Gobekasi

Dengan hadirnya sejumlah smartphone dengan kemampuan menghasilkan video slow motion berkualitas baik, David percaya sekarang semua orang bisa membuat rekaman berisi gerakan lambat tersebut. Salah satu yang menurutnya perlu diperhatikan ialah konten dari video itu sendiri.

Bagi David, menghadirkan konten bukan hanya melulu soal kreatifitas dan kualitas, namun juga bersahabat dengan keseharian si kreator itu sendiri biar bisa menarik perhatian banyak orang. Ungkapannya pun senada dengan hasil riset dari Hubspot.

Data dari perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang pengembangan software ini mengatakan bahwa 54% pengguna internet pernah mengunggah foto atau video yang mereka sendiri. Selain itu, konten yang relevan dengan keseharian mereka menerima lebih banyak jumlah penonton sebesar 94% dibandingkan topik di luar hal tersebut.


“Momen sehari-hari itu ada banyak banget. Kalau saya seringnya main sama keluarga. Kalau lagi norak-noraknya, apa aja saya bikin slow-mo,” ujarnya. Selain itu, terdapat sejumlah momen keseharian lain yang sanggup dikreasikan dalam membuat konten slow motion yang berkesan, ibarat ketika bepergian, olahraga, maupun masa-masa romantis.

Untuk itu, David pun menantang para rekan media untuk membuat video slow motion, dalam hal ini lebih dikhususkan pada fitur Super Slow-Mo yang dimiliki oleh Samsung Galaxy S9 dan S9+, di tanah Lombok.

Gobekasi pun berkesempatan untuk menjajal ponsel teranyar dari pabrikan asal Korea Selatan tersebut. Terdapat tiga rekaman yang berhasil dibentuk dengan tema berbeda satu sama lain, yaitu memasak, berenang, dan menari. Galaxy S9 menjadi perangkat yang dipakai dalam membuat ketiga video tersebut.

David sendiri percaya bahwa tren video slow motion sanggup meledak dalam enam bulan ke depan, dengan kemungkinan bertahan sampai tahun depan. Meski begitu, ia mengingatkan untuk tidak terlalu sering mengunggah konten yang memakai teknik tersebut.

“Kalau sehari sekali mungkin masih oke. Tapi kalau contohnya ada tiga video slow motion berderet, walaupun bagus, bisa enek juga ngeliatnya,” ucapnya.