Smartphone Infinix Sekarang Diproduksi Di Indonesia

0
44

Suasana konferensi pers Infinix (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)Suasana konferensi pers Infinix (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)

Jakarta – Infinix kian serius bersaing di pasar ponsel Indonesia sesudah menetapkan untuk merakit salah satu smartphone andalannya pribadi di pabrik Tanah Air.

Infinix resmi menjalin kerja sama dengan PT. Adi Reka Mandiri (ARM) untuk perakitan salah satu produk teranyarnya, adalah Hot S3 X573. Hal ini dilakukan Infinix dalam memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian.

Aturan tersebut terkait dengan terkandungnya komponen lokal untuk setiap produk ponsel berteknologi 4G minimal sebanyak 30%. Hot S3 pun diklaim telah memenuhi syarat tersebut.

“Untuk TKDN kita ketika ini sudah 30,58%. Untuk local part-nya kita sudah menggunakan satu ada earphone, yang kedua ada USB cable, ada lagi label, dan juga boks karton,” ujar Indramawan, R&D Manager ARM.

Ia mengatakan, empat aspek tersebut memang diwajibkan oleh pihak TKDN biar diproduksi di dalam negeri. Selain hardware, sejumlah software aplikasi dari Infinix Hot S3 pun juga dikerjakan oleh ARM, yang merupakan perusahaan manufaktur berbentuk joint venture antara Telesindo dengan Arima Communications asal Taiwan.

Infinix Pastikan Hot S3 Diproduksi di Indonesia Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi

“Untuk aplikasi kita pakai tiga. Yang satu kita pakai Catfish, kemudian Yogrt, sama satunya lagi Piknik,” ucapnya, ketika ditemui dalam kunjungan ke pabrik ARM di Cikarang, Banten, Selasa (20/3/2018).

Di samping untuk memenuhi peraturan TKDN, kerja sama ini juga dimaksudkan untuk menyanggupi usul pasar Indonesia terhadap Hot S3 sepanjang 2018. Selain lokasinya yang dianggap strategis untuk memudahkan proses pengiriman pasokan barang, alasannya pabrik ARM berada di Cikarang, kemampuan produksi perusahaan manufaktur ini pun dinilai juga cukup mumpuni.

“Untuk kapasitas produksi Infinix Hot S3 ketika ini kita masih bisa 700 unit per shift per hari. Satu hari itu kita juga bisa dua sampai tiga shift,” tutur Indramawan.

Ini merupakan bentuk kerja sama kedua Infinix dengan vendor Tanah Air. Sebelumnya, produsen ponsel asal Hong Kong tersebut juga telah bekerja sama dengan PT Satnusa Persada Tbk. yang berlokasi di Batam.

[Gambas:Video 20detik]