Samsung Masih Jawara Di Asean

0
56

Foto: Adi Fida Rahman/GobekasiFoto: Adi Fida Rahman/Gobekasi

Jakarta – International Data Corporation (IDC) ASEAN mengumumkan laporan pengiriman smartphone di negara berkembang pada 2017. Selama setahun tersebut, hampir 100 juta unit ponsel bakir dikapalkan ke pasaran, di mana itu turun kurang dari 1% dari tahun ke tahun (YoY).

Penyebutan negara berkembang ini ditujukan kepada Asia Tenggara, yang mencakup dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

IDC menyampaikan Myanmar dan Filipina merupakan negara-negara yang mencatat penurunan, di mana pengapalan dari beberapa vendor kurang signifikan, sehingga menurunkan total pengapalan smartphone di Asia Tenggara.

Sementara itu, beberapa pemain lokal dan pemain kecil kalah secara kompetitif ketika empat pemain teratas terus memperkuat posisi mereka, ditandai dengan perpaduan dari handset low-end (rentang harga USD 100 hingga USD 200) dan mid range (tentang harga USD 200 hingga USD 400).

“Terlepas makin populernya empat pemain teratas, lebih banyak didominasi pengguna tak terburu-buru mengganti handset jikalau mereka telah memakai handset mid range yang kualitasnya baik dan dengan harga cukup tinggi untuk wilayah yang cukup mempertimbangkan budget ini. Hal ini menjadikan lifecycle dan tingkat penggantian yang lebih lama,” kata Jensen Ooi, Senior Market Analyst, Client Devices, IDC ASEAN dalam keterangan yang diterima Gobekasi, Senin (5/3/2018).

Di 2017, Samsung Makara Jawara Smarphone di ASEANFoto: IDC ASEAN

Dalam pengapalan tahun 2017 di ASEAN ini, Samsung menjadi jawaranya dengan mengirimkan 29,3 juta. Angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, vendor asal Negeri Gingseng tersebut mengirimkan 23,3 juta unit smartphone pada 2016.

Kemudian, di posisi kedua ditempati oleh Oppo yang jumlah pengapalan unit smartphone dengan Samsung berjarak 12,1 juta. Di 2017, Oppo mengirimkan 17,2 juta unit ponsel pintar.

Lalu, urutan berikutnya diduduki secara berurutan oleh Vivo dengan 7,2 juta unit, Huawei 5,4 juta unit, Apple 4,5 juta unit, dan campuran beberapa vendor mencapai 37,1 juta unit smartphone.