Nyepi Tanpa Internet Berlalu, Kominfo: Ini Istimewa

0
65

Pecalang berjaga di jalanan ketika Nyepi. Foto: Dok. Reuters/Johannes P. ChristoPecalang berjaga di jalanan ketika Nyepi. Foto: Dok. Reuters/Johannes P. Christo

Jakarta – Nyepi tanpa internet telah berlangsung, kemarin. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah di mana pertama kalinya layanan internet dipadamkan untuk menjalani ibadah.

Pada Sabtu (17/3) mulai jam 06.00 WITA hingga dengan Minggu (18/3) jam 06.00 WITA, umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi secara khidmat. Tak ada siaran TV, radio, hingga susukan internet pun terhenti.

Masyarakat, khususnya di Bali, mulai terbebas dari smartphone selama 24 jam. Ketika itu pula, Bali menjadi sunyi seketika

“Sungguh luar biasa, mungkin inilah insiden pertama di dunia, di mana jutaan insan terlepas dari media umum dan susukan internet yang dilakukan secara sadar dan sengaja,” ujar Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli kepada Gobekasi, Minggu (18/3/2018).

“Sangat jarang terjadi, momen istimewa menyerupai ini di zaman di mana setiap orang sangat sulit melepaskan diri dari smartphone dan susukan internet,” kata Ramli menambahkan.

Dikatakan Ramli juga, Nyepi kali ini berlangsung tanpa susukan internet bagi masyarakat Bali yaitu sebagai momen penting untuk memulai media umum tanpa hoax, lebih bijak berinternet, dan menghindari konten negatif.


Dukungan pemerintah dan operator seluler mengabulkan proposal pemadaman internet ketika Nyepi sebagai bentuk menghormati permintaan Majelis-majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali.

Ramli menyampaikan hal ini menyampaikan bahwa industri telekomunikasi dan penyiaran mempunyai perilaku pandai dan penghormatan tinggi terhadap keberagaman, toleransi, dan kerukunan umat beragama.

“Sikap Menteri Kominfo Rudiantara yang menghormati Seruan para Pemuka Agama ini dituangkan dalam Surat Edaran Kemkominfo. Di lapangan operator juga pribadi merespon imbauan Pemerintah untuk mematikan internet selama 24 jam,” ungkap Ramli.

Untuk itu, diucapkan Ramli, pemerintah mengucapkan mengapresiasi kepada seluruh operator seluler, begitu juga seluruh forum penyiaran publik dan swasta beserta asosiasinya yang telah melaksanakan off air pada Nyepi kemarin.

“Terimakasih juga disampaikan kepada seluruh penduduk Bali yang dengan latar belakang agama apapun mendukung dan memahami 24 Jam tanpa internet ini,” kata Dirjen PPI ini.


Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memonitor secara intens pelaksanaan Nyepi tanpa internet ini dan meminta operator melaporkan secara terus-menerus.

Dari monitoring tersebut, para operator telekomunikasi telah melaksanakan langkah optimal dan susukan internet dapat di-off-kan kecuali terkait obyek obyek vital dan kepentingan umum, menyerupai rumah sakit, kantor polisi, pemadam kebakaran dan lain-lain.