Menguak Ambisi Gaji Kuasai Pasar Ponsel Indonesia

0
90

George Zhao, Presiden Honor (kanan). Foto: Moch Prima Fauzi/detikcomGeorge Zhao, Presiden Honor (kanan). Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom

Jakarta – Meski terbilang telat untuk memasuki pasar Indonesia, Honor mengaku tak gentar dengan kompetitor yang telah lebih dahulu ada. Honor mengaku terbuka dengan kompetisi dan percaya diri dengan produk yang dijualnya untuk konsumen di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kompetisi. Kami tidak takut dan sangat terbuka dengan kompetisi. Makara untuk pasar Indonesia kami memakai produk untuk memenangkan kompetisi. Anda dapat bandingkan produk kami dengan kompetitor dan itu menyebabkan kami percaya diri di pasaran,” ujar George Zhao, Presiden Honor, di Jakarta, belum usang ini.

Sebagaimana diketahui, Honor gres saja merilis tiga smartphone di Indonesia yakni Honor View 10 yang dijual Rp 7,299 juta di Shopee pada 16 April, Honor 7X seharga Rp 3,499 juta dijual di Lazada 25 April, serta Honor 9 Lite yang dijual di Shopee pada 5 April seharga Rp 2,299 juta dari Rp 2,499 juta.

Mengenai persaingan di Indonesia, Honor mengaku percaya diri dapat merebut hati konsumen. Bahkan Zhao sesumbar bahwa targetnya yaitu menjadi nomor satu di Indonesia dalam lima tahun ke depan berbekal pertumbuhan yang pesat di negara lainnya.

“Di 2020 sasaran market share Honor di China akan sebanyak 50% dan di luar China 50%. Makara dapat dilihat bahwa di luar China kami berkembang pesat. Di Indonesia sendiri saya yakin dapat menawarkan hasil yang faktual sehingga dalam tiga tahun kami jadi tiga besar, dan dalam lima tahun sudah dapat jadi nomor satu,” ujar Zhao.

Bekuk Xiaomi di China, Honor Ingin Jawara di Indonesia George Zhao. Foto: Moch Prima Fauzi/Gobekasi

Meski terbilang gres di Indonesia, Honor sendiri telah terkenal di negara lain ibarat Jerman, Amerika, Inggris, Prancis, Rusia dan China. Zhao menyampaikan bahwa Honor telah berhadapan dengan kompetitor berbeda di tiap negara ibarat LG, Samsung dan Apple. Namun ia mengklaim penjualan Honor sendiri masih dapat berkembang di tengah kompetisi.

Sementara untuk merebut konsumen di Indonesia, Ia menyampaikan tak hanya menawarkan harga murah namun juga desain yang apik. Sebagai sub-brand dari Huawei, Honor tak akan saling menjatuhkan satu sama lain. Masing-masing perusahaan mempunyai pendekatan berbeda di mana Honor, kata Zhao, lebih ingin mendekati generasi muda Indonesia.

“Produk itu sendiri yang akan berbicara. Dalam berkompetisi kami menghadirkan produk dengan harga yang kompetitif dan juga desain yang dirancang untuk anak muda. Target kami yaitu generasi millenial. Kami berkembang melalui internet dan banyak anak muda di Indonesia yang merupakan pengguna mobile internet,” ujarnya.

Disinggung soal persaingannya dengan Xiaomi, dengan lantang Zhao menyampaikan bahwa Honor telah berhasil mengalahkan perusahaan milik Lei Jun tersebut. Bahkan laba mereka pun diklaim lebih besar 20% ketimbang Xiaomi.

“Honor nomor satu di China. Pangsa pasar kami lebih besar yang berarti kami lebih baik dari kompetitor. Itu yang menciptakan kami percaya diri dan tak khawatir dengan kompetitor. Bahkan laba kami lebih besar 20% dari Xiaomi,” imbuhnya.

Keseriusan Honor untuk berjualan di Indonesia ditandai dengan pengajuan proses tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dengan menggandeng pabrik perakitan lokal di Batam berjulukan PT Sat Nusapersada. Selain itu Honor juga menyiapkan 25 layanan purna jual di Indonesia dengan menggandeng PT Icool International Indonesia.

Selain melaksanakan pemasaran secara online, Honor pun melaksanakan kolaborasi dengan sejumlah peritel di Indonesia. Meski tak menyebut jumlahnya, namun Zhao memastikan kawan offline-nya telah tersebar ke provinsi lain di luar Jakarta.

[Gambas:Video 20detik]