Mengintip Proses Produksi Infinix Hot S3

0
59

Proses pembuatan ponsel Infinix (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)Proses pembuatan ponsel Infinix (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)

Jakarta – Produsen ponsel asal Hong Kong, Infinix, tetapkan untuk berani buka-bukaan mengenai proses pembuatan salah satu ponsel andalannya, yaitu Hot S3, yang produksinya dijalankan eksklusif di Indonesia.

Infinix gres saja menunjuk PT Adi Reka Mandiri (ARM) sebagai vendor lokal yang akan merakit salah satu smartphone andalannya, yaitu Hot S3 X573. Untuk itu, produsen ponsel asal Hong Kong ini membuka kesempatan bagi para media dan influencer dalam mengunjungi pabrik milik ARM.

Mengintip Proses Produksi Infinix Hot S3Pabrik ponsel Infinix berlokasi di Cikarang (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)


Khusus untuk program tersebut, pihak ARM meliburkan dua dari empat lini produksi yang sudah sanggup beroperasi. Rencananya, akan ada delapan lini yang sanggup berjalan ke depannya. Selain itu, laju produksi pun diubahsuaikan biar sanggup didokumentasikan dengan baik.

Di dalam pabrik yang bertempat di Cikarang itu, Gobekasi berkesempatan untuk melihat secara eksklusif proses pembuatan Hot S3. Demi alasan keamanan, setiap pengunjung harus mengenakan pakaian khusus dan tidak boleh menyentuh apa pun tanpa mengenakan sarung tangan yang telah disediakan.

Pada proses produksi awal, pemasangan setiap bagian, mulai dari kamera, speaker, sampai tombol-tombol di bodi ponsel tersebut dilakukan eksklusif oleh tangan manusia. Sejumlah tes terhadap audio dan fungsi lain Hot S3 pun juga dikerjakan oleh para pekerja yang berjumlah sekitar 40 orang tiap lini produksi.

Meski begitu, bukan berarti pembuatan Hot S3 tidak memakai mesin sama sekali. Masih terdapat sejumlah mesin sederhana untuk membantu para pekerja menyerupai dalam mencetak serta menyidik label IMEI.

Mengintip Proses Produksi Infinix Hot S3Deretan tes dilakukan untuk menguji ketahanan ponsel (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)

Lalu, pasca semua bab tamat dipasang, maka ponsel tersebut akan ‘berhadapan’ dengan mesin yang lebih canggih. Laboratorium Office of Quality Assurance (OQA) yaitu ruangan yang menyimpan sejumlah mesin tersebut.

Di dalam ruangan tersebut, Hot S3 akan melewati vibration test. Dalam tes ini, ponsel tersebut akan diguncangkan oleh mesin dengan cukup kencang selama kurang lebih satu jam.

Setelahnya, ponsel tersebut akan diisi dayanya terus menerus sekitar tujuh jam lamanya, sembari menjalankan banyak sekali aplikasi. Kemudian, Hot S3 akan ‘dipanggang’ selama kurang lebih 98 jam.

Deretan tes tersebut dilakukan untuk menguji ketahanan Hot S3 dalam menghadapi banyak sekali situasi, menyerupai guncangan dan panas sekaligus performa dari ponsel itu sendiri. Setelah semua ujian tamat dilewati, serta memastikan semua fungsi berjalan baim, barulah Hot S3 masuk ke proses pengemasan yang dilakukan oleh tangan manusia.

Dengan sumber daya yang dimilikinya ketika ini, ARM sanggup memproduksi 700 unit Hot S3 per shift tiap harinya. Satu shift sendiri berkisar selama 7,5 jam sehari, dengan tiap pekerja bekerja selama 22 hari per bulan.

Mengintip Proses Produksi Infinix Hot S3Pemasangan setiap bab ponsel dilakukan eksklusif oleh tangan insan (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/Gobekasi)

Berdasarkan keterangan dari Indramawan, R&D Manager ARM, pabrik dari perusahaan manufaktur tersebut sanggup menjalani dua sampai tiga shift dalam sehari, dengan menyesuaikan kebutuhan Infinix.

Selain Infinix, ARM juga bertanggung jawab dalam memproduksi ponsel dari vendor lain, menyerupai LG, BlackBerry, Smartfren, sampai Leagoo. Lalu, mereka juga berkolaborasi dengan perusahaan teknologi lain menyerupai ZTE dan TCL.

Diperkirakan, jikalau keseluruhan delapan lini produksi sanggup beroperasi nanti, ARM akan bisa menciptakan sekitar 528 ribu unit produk tiap bulannya. Angka tersebut menurut perhitungan jikalau ARM menjalankan dua shift setiap harinya.