Menatap Ponsel 20 Jam, Perempuan Ini Alami Pembekuan Otak

0
64

Ilustrasi. Foto: GettyImagesIlustrasi. Foto: GettyImages

Jakarta – Tak hanya sebagai alat komunikasi, smartphone kerap dijadikan sebagai alat ‘pembunuh waktu’ di kala sedang menunggu antrean berjam-jam atau ketika melaksanakan perjalanan jauh. Namun jangan hingga hiperbola menyerupai yang dilakukan perempuan ini.

Sang perempuan yang tak disebut namanya ini berusia 47 tahun asal China. Ia mengalami pembekuan darah di otaknya alasannya ialah menatap layar terlalu usang selama 20 jam tanpa henti.

Cerita bermula ketika di penghujung liburan Imlek sang perempuan melaksanakan perjalanan kereta api dari kampung halamannya provinsi Henan, wilayah tengah China menuju ke kota Guangzhou kawasan ia bekerja

Menurut situs info Kankan News yang dilansir Gobekasi dari Nextshark Kamis, (15/3/2018), perjalanan tersebut membutuhkan waktu lebih dari 20 jam sehingga unntuk menghilangkan kebosanan, ia pun memainkan ponselnya.

Tak hanya lamanya perjalanan, kereta yang ia tumpangi ternyata penuh sesak alasannya ialah ketika itu dalam masa arus pulang kampung balik. Kondisi tersebut menciptakan posisinya tidak dapat bergerak dan tetap dalam posisi sama selama 20 jam.

Hingga ketika datang di kawasan tujuannya, perempuan ini keluar dan eksklusif jatuh pingsan. Sontak petugas eksklusif bergegas membawanya ke rumah sakit untuk ditindak.

Dia eksklusif menjalani sejumlah investigasi dari dokter menyerupai CAT scann hingga akibatnya ditemukan beberapa titik adanya pembekuan darah di otaknya. Menemukan hal tersebut, dokter eksklusif melaksanakan pembedahan selama tiga jam untuk mencegah gumpalan darah yang dapat mengancam nyawanya.

Menatap layar selama 20 jamMenatap layar ponsel selama 20 jam. (Foto: Kankan News).

Pembekuan darah tanggapan 20 jam menatap layar ponselPembekuan darah tanggapan 20 jam menatap layar ponsel. (Foto: Kankan News)

“Kami mengeluarkan banyak bekuan darah, hampir dua sentimeter, dua kali lipat dari biasanya yang biasanya dimiliki pasien,” ujar Meng Heng, dokter saraf di RS Universitas Jinan di Guangzhou.

“Kami pikir beliau berada di postur badan yang sama terlalu lama, yang menekan pembuluh darah di sisi kanan lehernya.” tambahnya.

Sebelum insiden ini perempuan tersebut dilaporkan dalam keadaan sehat dan tidak pernah menderita penyakit kardiovaskular. Menurut Meng, jumlah pasien yang mengalami pembekuan darah cenderung meningkat termasuk dari kalangan warga berusia muda.

Dia menyarankan semoga pengguna ponsel memastikan posisi badan mereka nyaman, tetap bergerak, dan jangan terus menerus memandang layar ponsel.

Kecanduan smartphone yang berakibat fatal memang kadang terjadi di China. Pada Oktober tahun lalu, seorang pecandu “game” berusia 21 tahun dikabarkan menjadi buta sehabis seharian memainkan permainan terkenal Honour of Kings di telepon pintarnya.