Inilah Siapa Saja Yang Sanggup Terkena Kanker Serviks?

0
122

Kanker serviks merupakan sebuah kanker yang muncul di leher rahim perempuan yang disebabkan oleh virus Human Papillomavirus (HPV). Penyakit kanker serviks ini disebut menjadi kanker pembunuh perempuan nomor 1 di dunia selain kanker payudara.

Hampir setiap perempuan dari banyak sekali usia berisiko terkena kanker serviks yang mematikan ini. Bahkan belum usang ini, salah satu artis terkenal, Julia Perez harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan sebelum balasannya meninggal dunia di rumah sakit sesudah sekian usang berjuang melawan kanker serviks yang dideritanya.

Yang menciptakan perempuan tidak menyadari bahwa dirinya terkena kanker serviks yakni lantaran pada tahap-tahap awal memang tidak tampak tanda-tanda kanker serviks yang muncul. Namun, yang paling umum yakni pendarahan pada vagina yang terjadi sesudah bekerjasama seks, di luar masa menstruasi, atau sesudah menopause.

Namun, meskipun terjadi pendarahan, hal tersebut juga tidak berarti kau terkena kanker serviks. Agar lebih jelas, lebih baik memeriksakan hal tersebut ke dokter.

Banyak sekali masalah meninggal dunia yang disebabkan oleh kanker serviks, biasanya hal ini disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis dan penanganannya. Sebab, memang kebanyakan penderita kanker serviks gres menyadari bahwa mereka terkena kanker serviks ketika sudah parah.

Hal ini akan menciptakan proses penanganan menjadi semakin sulit. Seperti yang sudah ditulis di atas, kanker serviks ini disebabkan oleh virus Human Papillomavirus (HPV). Virus tersebut juga yang menjadikan kutil di tangan, kaki serta alat kelamin.

Sebagian besar virus tersebut memang tidaklah berbahaya, namun ada beberapa jenis HPV yang bisa memicu kanker lantaran mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal.

Tapi, 70 persen penyebab kanker serviks ini disebabkan oleh virus HPV 16 dan HPV 18, kedua jenins HPV tersebut yakni yang dianggap paling berbahaya dan paling sering menjadikan kanker serviks.

Biasanya, virus ini ditularkan melalui korelasi seksual. Namun, kebanyakan perempuan yang terinfeksi virus tersebut kebanyakan tidak menyadarinya lantaran tidak ada tanda-tanda sama sekali.

Ketika terjadi abses di leher rahim oleh HPV, sistem kekebalan badan biasanya akan mencegah virus untuk melukai rahim. Namun pada beberapa wanita, virus tersebut bisa bertahan sampai bertahun-tahun lamanya dan menjadikan kanker.

Untuk mencegah terjadinya abses virus HPV, sekarang sudah tersedia vaksin untuk melawan virus tersebut. Vaksinasi HPV yang ketika ini ada yakni vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Pencegahan dan Deteksi Kanker Serviks

Selain melaksanakan vaksin menyerupai yang sudah dijelaskan di atas, kita juga bisa mengecek dan mencegah terjadinya kanker serviks dengan melaksanakan pap smear atau tes smear.

Pap smear ini mempunyai kegunaan untuk menilik kesehatan sel-sel di leher rahim serta mendeteksi sel yang diduga bisa bermetamorfosis kanker. Ketika sel-sel yang berpotensi menjadi kanker itu terdeteksi sebelum menjadi kanker, maka pengobatan akan sanggup dilakukan dengan maksimal.

Sehingga, resiko menderita kanker serviks akan berkurang dan pencegahan bisa dilakukan sebelum sel-sel kanker berubah. Untuk perempuan yang sudah aktif secara seksual sekitar umur 25-59 tahun, disarankan untuk melaksanakan investigasi setiap 3 tahun sekali.

Pengobatan Kanker Serviks

Kanker serviks biasanya bisa diobati dengan dilakukan operasi, namun lankah tersebut bisa dilakukan bila kanker sudah terdeteksi semenjak tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Pada kondisi yang lebih serius, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan mekanisme radioterapi yakni langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada masalah tertentu, radioterapi juga bisa dijalankan berdampingan dengan operasi.

Untuk masalah kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa mempunyai dampak samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya yakni menopause dini dan kemandulan.

Berapa impian hidup penderita kanker serviks?

Kanker ini memang sangat mematikan, bila tidak disadari semenjak dini maka pengobatanpun akan terlambat dan menciptakan kanker semakin parah serta menyebar kemana-mana.

Kanker serviks ini mempunyai 4 tingkatan stadium yang dibedakan menurut tingkat perkembangan dan penyebaran kanker. Angka impian bertahan hidup setidaknya lima tahun sesudah didiagnosis kanker serviks, dikelompokkan ke dalam status stadium:

  • Stadium 1 – 80-99 persen
  • Stadium 2 – 60-90 persen
  • Stadium 3 – 30-50 persen
  • Stadium 4 – 20 persen

Kanker serviks memang menjadi momok yang menyeramkan bagi para wanita, alasannya yakni penyakit tersebut menjadi penyakit mematikan kedua sesudah kanker payudara.

Agar tidak terkena kanker serviks, maka jagalah kesehatan kita semoga resiko terkena kanker serviks berkurang. Selain itu, jangan ragu untuk melaksanakan investigasi ke dokter bila terjadi gejala-gejala umum kanker serviks.