Inilah Lakukan 5 Hal Ini Semoga Tak Tergelincir Di Jembatan Shirathal Mustaqim

0
37

Ketika simpulan zaman sudah terjadi, maka semua insan dari zaman nabi Adam hingga insan terakhir akan dikumpulkan di padang Mahsyar untuk dimintai pertanggungjawabannya masing-masing selama mereka hidup di dunia.

Setelah itu, insan hanya tinggal menunggu keputusan apakah akan masuk nirwana atau neraka. Disebutkan bahwa ketika orang-orang akan berjalan menuju nirwana atau neraka, mereka akan melewati sebuah jembatan di darul abadi yang berjulukan Shirathal Mustaqim.

Jembatan ini merupakan jalan menuju nirwana juga neraka. Sebab, siapa yang berhasil melewati jembatan ini, ia akan hingga di surga. Tapi siapa yang celaka, beliau akan tergelincir dan jatuh ke dalam neraka.

Melewati jembatan ini bukanlah kasus yang mudah. Sebab jembatan Shirathal Mustaqim ini disebutkan sangat tipis, yakni bagaikan rambut yang dibelah menjadi tujuh. Selain itu, permukaan Shiratal Mustaqim ini juga sangat licin. Sehingga sanggup dibayangkan bagaimana susahnya untuk melewati jembatan tersebut.

Namun, bagi orang-orang yang beriman dan bersedekah soleh serta taat kepada Tuhan Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dihentikan selama hidup di dunia, maka insyaAllah beliau akan mendapat tunjangan dari Tuhan ketika melewati jembatan tersebut.

Selain itu, beberapa amalan ini juga sanggup membantu kita kelak di darul abadi ketika melewati jembatan Shirathal Mustaqim tersebut. Berikut ini yaitu 5 amalan yang harus kita lakukan supaya tidak tergelincir di jembatan Shirathal Mustaqim:

1. Selalu Terikat dengan Masjid

Salah satu dari 5 hal tersebut yaitu dengan cara selalu terikat dengan masjid. Maksudnya yaitu kita selalu ingat dan erat dengan masjid, menyerupai melaksanakan shalat berjama’ah di masjid, mengikuti pengajian-pengajian, atau pun juga ikut membantu merawat atau membangun masjid.

2. Bersedekah dengan Ikhlas

Perbuatan baik selanjutnya yang sanggup menyelamatkan kita supaya tidak tergelincir ketika melewati jembatan Shirathal Mustaqim yaitu dengan cara bersedekah dengan ikhlas.

Dengan bersedekah, Tuhan akan memudahkan jalan kita ketika melewati jembatan Shirathal Mustaqim. Tidak harus dengan harta, sebuah senyuman yang tulus juga sudah termasuk dalam sedekah.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berbuat kebaikan dengan bersedekah, maka ia diperbolehkan melewati ash-Shiraat dengan mendapat petunjuk.”

Jika kita ingin mendapat petunjuk ketika melewati Shirathal Mustaqim, maka bersedekahlah dengan ikhlas.

3. Meringankan Beban Orang Lain

Hal ketiga yang sanggup membantu kita supaya tidak tergelincir ketika melewati jembatan Shirathal Mustaqim yaitu dengan cara meringankan beban orang lain.

Namun, kita juga harus melaksanakan hal itu dengan nrimo dan niat yang tulus. Dengan membantu meringankan beban orang lain, maka kita juga akan mendapat pahala kebaikan atas apa yang sudah kita lakukan, dan hal itu akan bermanfaat di darul abadi kela.

Dari Aisyah, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menyambungkan bagi saudaranya yang Muslim kepada orang yang memiliki kekuasaan dalam memberikan kebaikan atau menunjukkan akomodasi kepada orang yang tengah dalam kesulitan, Tuhan akan menunjukkan tunjangan atas akomodasi melewati ash-Shiraath pada hari Kiamat ketika kaki tergoyah.”

4. Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Dalam Islam, kita juga diajarkan untuk saling memaafkan kesalahan orang lain. Sebab, hal itu juga merupakan salah satu perbuatan yang baik dan terpuji.

Kita juga sanggup mendapat akomodasi ketika melewati jembatan Shirathal Mustaqim dengan cara menunjukkan maaf kepada orang lain. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memberi maaf terhadap orang lain, maka Tuhan akan menyedikitkan kesulitannya di hari Kiamat.”

5. Menjaga Kaum Mukminin Dari Gangguan Orang Munafik

Terakhir yaitu dengan menjaga kaum mukminin dari gangguan orang-orang munafik. Orang-orang munafik ini sangat berbahaya lantaran sanggup menjerumuskan orang lain ke dalam neraka.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Anas, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menjaga seorang Mukmin dari gangguan kaum munafik, maka Tuhan akan mengutus baginya seorang raja yang akan menjaga dagingnya pada hari Kiamat dari panasnya api neraka dan barangsiapa yang menginginkan seseorang terjerumus pada suatu kejelekan, maka Tuhan akan memasukkannya ke dalam Jahannam hingga beliau mau mengakui apa yang dikatakannya.” [HR. Abu Dawud]

Itulah beberapa hal yang sanggup memudahkan kita untuk melewati jembatan Shirathal Mustaqim, semoga sanggup bermanfaat dan sanggup menjadi materi renungan untuk kita semua.