Inilah Inilah Alasan Suporter Pelempar Petasan Roket Sampai Tewaskan Catur

0
22

Polisi balasannya berhasil menangkap salah seorang suporter timnas Indonesia yang menyalakan petasan ketika pertandingan Timnas Indonesia melawan Fiji sampai menyebabkan salah satu suporter lain berjulukan Catur Yuliantono meninggal dunia.

Pelaku yang berjulukan Adrian Rico Palupi itu terus tertunduk ketika digiring polisi. Ia meminta maaf kepada keluarga korban serta seluruh suporter Indonesia dan mengakui perbuatannya telah melemparkan rocket flare yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.

“Saya minta maaf kepada keluarga dan seluruh suporter sepak bola,” kata Adrian di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (4/9/2017).

Ia juga tidak berniat untuk melukai penonton lain, ketika dia melepaskan dua flare usai pertandingan persahabatan tersebut.

“Maaf, maaf. Saya tidak ada niat melukai orang,” ujar Adrian ketika digelandang petugas masuk ke dalam jeruji Polres Kota Bekasi.

Namun, meski mengaku tak ada niat melukai orang lain di stadion itu, Adrian harus tetap menjalani proses aturan alasannya yakni apa yang telah dilakukannya itu telah menciptakan salah satu suporter meninggal dunia.

Kepada polisi, Adrian mengaku bahwa dirinya mendapat flare tersebut dari toko online kemudian dibawa masuk ke dalam stadion memakai tas.

Berdasarkan keterangan, Adrian melepas kembang api suar jenis rockets flare secara sepontan. Ia juga bergotong-royong sadar kalau flare tersebut dapat mengganggu pertandingan, sehingga dia menyalakannya sesaat sesudah pertandingan usai.

Namun, Adrian tak menyangka kalau tembakan flare tersebut akan mengenai suporter lain sampai menyebabkan korban berjulukan Catur tersebut meninggal dunia.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, motif Adrian melaksanakan itu yakni alasannya yakni euphoria pertandingan bola semata. Adrian yang diketahui gemar menonton sepak bola itu, sengaja menyiapkan sejumlah flare sebagai cara dan rasa bangganya untuk mendukung para pemain Indonesia.