Inilah Harta Separuh Penduduk Bumi Dimiliki 1 Persen Orang Terkaya Dunia

0
69

Satu persen orang terkaya di dunia mempunyai lebih dari separuh akumulasi kekayaan penduduk Bumi. Hal tersebut diungkap oleh sejumlah analis di Credit Suisse.

Mereka mengatakan, ketidaksetaraan itu akan semakin memburuk selama beberapa tahun mendatang dan yang paling dirugikan yaitu kaum milenial.

Bank asal Swiss itu merilis Global Wealth Report tersebut beserta pernyataan yang menyebut, “Prospek segmen jutawan lebih menjanjikan dibanding mereka yang berada di bawah piramida kekayaan.”

Lebih dari setengah jutawan dolar gres berada di Amerika Serikat sendiri.

“Sejauh ini, Kepresidenan Trump telah melihat perkembangan bisnis dan lapangan kerja, meskipun tugas pendukung yang dimainkan oleh Federal Reserve (bank sentral AS) tak diragukan lagi bermain di sini, dan ketidaksetaraan kekayaan tetap menjadi gosip yang menonjol,” ujar CIO International Wealth Management di Credit Suisse, Michael O’Sullivan, menyerupai dikutip dari Fortune, Rabu (15/11/2017).

Credit Suisse memperkirakan akan melihat kenaikan jutawan dolar sebanyak 22 persen pada 2022, yakni dari 36 juta sampai 44 juta.

Para analis Credit Suisse melihat ketidaksetaraan kekayaan merupakan pengaruh dari krisis finansial, yang meningkat di seluruh dunia dalam 2007 sampai 2016, alasannya yaitu aset keuangan akan meningkat cepat dibanding aset nonfinansial.

Pada 2007, satu persen jutawan dunia mempunyai akumulasi 45,5 persen kekayaan penduduk di seluruh Bumi. Saat ini, tahun 2017, kekayaan mereka setara dengan akumulasi kekayaan 50,1 persen penduduk Bumi.

Meski demikian, ketidaksetaraan masih terus meningkat.

“Melihat di dasar distribusi kekayaan, 3,5 miliar orang — setara dengan 70 persen orang sampaumur di seluruh dunia — mempunyai kekayaan kurang dari US$ 10.000 atau lebih dari Rp 135,4 juta,” demikian keterangan dari laporan tersebut.

“Mereka yang mempunyai kekayaan rendah sanggup ditemukan di kelompok usia muda, yang mempunyai kesempatan kecil untuk mengakumulasikan aset. Namun, kami menemukan bahwa kaum milenials menghadapi keadaan yang lebih menantang dibanding generasi lainnya.”

Intinya, kaum milenial lebih cenderung menganggur atau berpenghasilan rendah dan terancam untuk tak sanggup pensiun. Sementara itu, generasi baby boomer lebih sejahtera.

“Millenial tak lebih beruntung dibanding orangtua mereka pada usia yang sama,” tulis laporan tersebut.

Kaum milenial mungkin lebih terdidik dibanding generasi sebelumnya. Namun, periset Credit Suisse menyampaikan bahwa hanya mereka yang berprestasi tinggi dan yang berada di sektor dengan ajakan tinggi, menyerupai teknologi atau keuangan, yang sanggup mengatasi “kerugian” menjadi milenial.