Inilah 5 Hukum Penting Yang Harus Kita Taati Dikala Naik Kereta Api

0
48

Sebagai moda transportasi massal, kereta api masih mempunyai kawasan besar di hati masyarakat. Meskipun kini pesawat terbang makin gencar menunjukkan penerbangan murah guna menarik minat orang biar sebanyak mungkin beralih mengandalkan penerbangan untuk traveling, ternyata masih banyak orang yang tetap menentukan kereta api sebagai andalan utama.

Jika diperhatikan, alasan utama orang menentukan kereta api ialah faktor jarak dan biaya. Untuk perjalanan dalam kota atau antar-kota yang masih terbilang erat (seperti Jakarta – Bandung – Bogor), orang terang merasa lebih irit naik kereta api dibandingkan pesawat yang harganya sanggup berkali-kali lipat.

Apalagi, dikala ini pemesanan tiket kereta api sudah sanggup kita lakukan dengan cara yang makin mudah. Kita tak lagi harus repot-repot ke loket di stasiun, terjebak antrian, atau mungkin menelpon penjual tiket. Sekarang, pesan tiket angkutan massal darat satu ini sanggup kita lakukan dengan lebih gampang melalui Traveloka.com. Kita tinggal mengunjungi situsnya, mengikuti langkah mudahnya, dan mendapat tiket dengan harga murah dalam waktu 5 menit saja.

Sejatinya, dalam naik kereta juga ada peraturan-peraturan penting yang ternyata masih sering dilanggar para penumpang. Dengan akomodasi yang sanggup kita nikmati sebagai penumpang kereta, tak lantas kita sanggup berbuat seenaknya dikala melaksanakan perjalanan dengan moda transportasi yang ramah biaya ini. Setidaknya, yuk jadi penumpang bijak dengan memahami sekurangnya 5 hukum penting berikut.

1. Nama pemesan tiket harus sesuai dengan kartu identitas diri

Untuk naik kereta api, pastikan Anda sudah mempunyai tiket. Jaman sekarang, penumpang gelap tanpa tiket sudah tak lagi sanggup lolos. Pun kalau Anda sudah mempunyai tiket, nama yang tertera dalam tiket haruslah sesuai dengan kartu identitas yang akan diperiksa petugas.

Artinya, Anda tak sanggup naik kereta api dengan tiket orang lain. Salah nama pun tidak bisa. Jadi, pastikan Anda menyantumkan nama yang benar dikala membeli tiket kereta api.

2. Jangan merokok

Saat ini, semua kereta api yang beroperasi di Indonesia sudah tidak lagi memperbolehkan penumpang merokok di dalam gerbong. Sebab, seluruh kereta sudah dilengkapi dengan AC.

Peraturan ini berlaku di seluruh potongan rangkaian kereta. Artinya, Anda pun sebaiknya tidak lagi mencuri kesempatan dengan merokok di dalam toilet.

3. Bordes bukan kawasan nongkrong

Seringnya, para perokok mengakali peraturan dihentikan merokok dalam gerbong kereta api dengan cara menyelinap ke bordes. Bordes merupakan ruang penghubung antara gerbong kereta yang 1 dengan gerbong lainnya. Di sinilah toilet berada. Selain itu, bordes merupakan ruang dengan pintu terbuka (atau sanggup dibuka) selama kereta berjalan.

Jadi, orang memanfaatkan kawasan terbuka ini sebagai kawasan merokok. Bahkan, tak sedikit pula orang nongkrong di sini untuk mencicipi angin kencang, melihat pemandangan, dan berfoto selama perjalanan.

Hal ini bekerjsama dihentikan alasannya sangat berbahaya. Apalagi kalau Anda melongokan kepala atau tangan ke arah luar kereta. Sekalipun acara ini nampaknya seru dan sering ditampilkan di film-film, alangkah baik kita tidak melakukannya alasannya sudah ada hukum keselamatan yang terpasang resmi di situ.

4. Bawa bagasi secukupnya

Dulu, orang tahunya mereka sanggup membawa apapun sebanyak mungkin dikala naik kereta. Padahal, bekerjsama ada hukum khusus yang berlaku terkait bagasi kereta, menyerupai halnya perjalanan dengan pesawat terbang. Terlebih semenjak kereta api memakai AC seluruhnya. Kita tak lagi diperbolehkan membawa hewan, benda sensitif, dan berbau tajam.

Jumlah kapasitas bagasi pun mempunyai batasan sendiri. PT. KAI menyarankan penumpang membawa bagasi sebanyaknya 20 kg per orang, dengan kelebihan maksimal 40 kg atau volume 200dm3 yang dikenakan biaya pemanis per kilo atau membeli tiket untuk dingklik tambahan.

Dalam meletakan bagasi, kita sanggup menentukan mau diletakkan pada kompartemen di atas kepala, di ruang kaki, ataupun di kawasan kosong lain yang tidak mengganggu penumpang lain dan masih sanggup kita awasi sendiri.

5. Perhatikan makanan yang dibawa ke dalam gerbong

Memang, PT. KAI tidak melarang penumpangnya untuk membawa makanan sendiri ke dalam gerbong. Kita pun boleh menikmati bekal bawaan selama perjalanan. Meski sudah dibebaskan untuk melaksanakan hal ini, sebaiknya kita tetap tahu diri dengan tidak memakan makanan yang aromanya mencolok yang sanggup semerbak tersebar ke satu gerbong dan menciptakan penumpang lain tak nyaman.

Hindari pula membawa makanan yang ribet untuk dikonsumsi, contohnya yang memerlukan banyak tempat, berkuah, dan gampang rusak. Selanjutnya, pastikan sampah makanan (atau apapun) yang Anda hasilkan selama perjalanan ini tidak Anda buang sembarangan atau tinggalkan dalam gerbong. Ingat, duren dan rujak memang teman yang cocok untuk mengusir mabuk darat, tapi aromanya sanggup menciptakan penumpang lain yang mabuk.