2017, Serangan Cryptojacking Meningkat 340 Kali Lipat

0
92

Foto: steemitFoto: steemit

Jakarta – Tren pertumbuhan nilai cryptocurrency pada simpulan tahun kemudian ternyata diikuti oleh jumlah serangan penambangan mata uang digital oleh para hacker.

Symantec melaporkan bahwa acara pembajakan komputer untuk menambang cryptocurrency, atau kerap disebut cryptojacking, meningkat 8.500% pada Kuartal IV 2017. Pesatnya pertumbuhan tersebut dikarenakan meningkatnya nilai Bitcoin dan mata uang digital lain pada tahun lalu.

Kegiatan cryptojacking sepanjang Desember 2017 sudah meliputi 24% total serangan online yang berhasil ditangkal pada periode tersebut. Sedangkan untuk Kuartal IV 2017, 16% dari seluruh serangan siber yang berhasil diblok pada periode tersebut ialah cryptojacking. Jika ditotal secara keseluruhan, sepanjang 2017 kemudian cryptojacking tumbuh sebesar 34.000%, atau 340 kali, dibanding 2016.

Tiga bulan terakhir tahun kemudian memang menjadi periode emas bagi cryptocurrency. Bitcoin bahkan mencatatkan nilai tertingginya, yaitu USD 19.771, pada Desember 2017. Ethereum dan Ripple pun menyentuh salah satu nilai tertinginya di periode yang sama, dengan masing-masing mencapai USD 876 dan USD 2,79.

Selain pesatnya pertumbuhan nilai sejumlah cryptocurrency pada simpulan tahun lalu, Symantec juga melaporkan bahwa meningkatnya jumlah serangan cryptojacking juga disebabkan oleh mudahnya pengoperasian aplikasi penambang mata uang digital. Bahkan, disebutkan juga dalam laporan tersebut, menambang cryptocurrency dari CPU orang lain lebih gampang dibanding memasang virus.

2017, Serangan Cryptojacing Meningkat 340 Kali LipatFoto: Australia Plus ABC


Disamping kemudahannya, efeknya yang tidak sanggup diketahui secara eksklusif oleh korbannya pun menjadi salah satu alasan mengapa cryptojacking menjadi tren terbaru dalam serangan siber.

“Pencurian energi dan sumber daya orang lain sangat tidak terprediksi, apalagi terawasi. Hal ini menciptakan sulitnya mendeteksi komputer yang terserang cryptojacking,” ujar Alex de Vries, founder Digiconomist, sebuah situs yang melacak konsumsi energi dari penambangan Bitcoin dan Ethereum.

Meski begitu, bukan berari perangkat yang terserang serangan tersebut tidak menunjukkan gejala keanehan. Biasanya, perangkat tersebut akan mengalami penurunan performa, baterai yang habis lebih cepat dari waktu normal, serta panas berlebih.

Cryptojacking pun diprediksi masih akan menjadi tren kejahatan siber dalam beberapa waktu mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Director of Security Response Symantec, Kevin Haley.

“Kejahatan siber akan terus memanfaatkan lebih banyak sumber daya untuk melaksanakan acara penambangan. Setelah sebagian besar cryptojacking masih berkutat di PC, Mac, dan smartphone, para penyerang akan beralih ke sumber energi yang lebih besar untuk mendatangkan lebih banyak keuntungan,” tuturnya.